Rabu, 12 Agustus 2009

artikel observasi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, kenikmatan serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Obsevasi Kesekolah SMM- ISO SMKN 7 Bandung dengan lancar. Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjunan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Observasi ini bertujuan untuk memperoleh data seakurat mungkin tentang sekolah yang menggunakan Sistem Manajemen Mutu (SMM-ISO 9001: 2000) dan dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kebijakan Dalam Sistem Pendidikan pada Program Pascasarjana Universitas Galuh.
Akhir kata, penulis harapkan semoga Hasil observasi ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun dunia pendidikan pada umumnya sebagai wawasan dan pengetahuan.








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................... 1
A. LATAR BELAKANG............................................... 1
B TUJUAN OBSERVASI............................................ 4
BAB II PROFIL SMKN 7 BANDUNG................................ 6
1. Visi dan Misi SMKN 7 Bandung.............................. 6
2. Tujuan Sekolah......................................................... 7
3. Kebijakan Mutu........................................................ 8
4. Peserta Didik............................................................ 9
5. Dasar Audit Internal................................................ 10
BAB III PEMBAHASAN MANAJERIAL SMKN 7........... 13
1. Bidang Kurikulum.................................................... 14
2. Bidang Kepegawaian................................................ 22
3. Kesiswaan................................................................. 24
4. Sarana dan Prasarana................................................ 26
5. ISO Bagi Sekolah..................................................... 30
BAB IV KESIMPULAN.................................................... 43
LAMPIRAN......................................................................... 44
SURAT PERNYATAAN..................................................... 45


BAB I
PENDAHULUAN
I. LATAR BELAKANG
Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 di Sekolah SBI perlu direncanakan dengan baik karena kegiatan ini merupakan suatu investasi yang sangat besar baik dari sisi pendanaan maupun dari sisi waktu. Rencana yang baik adalah kunci kesuksesan pelaksanaan. Rencana merupakan jembatan penghubung masa kini dan masa depan atau posisi saat ini dengan posisi yang akan datang yang diharapkan. Melalui perencanaan, manajemen mengkoordinasikan strategi-strategi dan upaya-upaya, mempersiapkan perubahan dan mengelola perkembangan agar memudahkan dan memperlancar implementasi dari sistem manajemen mutu ISO 9001:2000. Perencanaan yang baik merupakan seni membuat hal yang sulit menjadi sederhana sehingga memudahkan untuk mewujud-kan segala sesuatunya menjadi mungkin dilaksanakan, mungkin diujudkan dan mungkin dicapai. Hal pnting dalam perencanaan implementasi SMM ISO 9001:2000 :
Komitmen manajemen merupakan hal sangat penting dan utama dalam membangun sistem manajemen mutu ISO 9001:2000. Karena mereka yang bertanggungjawab dan harus merencanakan strategi bisnis, ke-bijakan, sasaran dan ukurannya, serta mereka harus meninjaunya pula. Komitmen manajemen ditetapkan sebelum melangkah lebih jauh dalam rencana menerapkan SMM ISO 9001:2000 pada sekolah. Tanpa komitmen yang jelas dan tegas maka kecil kemungkinan pelaksanaan dan penerapan SMM ISO 9001:2000 akan berjalan dan tercapai baik sesuai dengan yang direncanakan oleh sekolah. Komitmen adalah power yang utama untuk menggerakkan mesin manajemen dalam menerapkan SMM. Tanpa komitmen dari manajemen kepala sekolah yang didukung oleh seluruh warga sekolah maka SMM tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.
Seperti kita ketahui SMK 7 Bandung dahulu yang dikenal dengan nama STM Negri Kimia Bandung berdiri pada tanggal 25 Agustus 1964 terletak dijalan Karapitan, dan dari tahin 1991 pindah lokasi ketempat yang representatif yaitu di jalan Soekarno-Hatta mengembangkan Sekolah dengan Sistem Manajemen Mutu (SMM ISO 9001:2000). Namun demikian, sebagai sekolah bertaraf interaasional SMK 7 harus mampu menjamin adanya keterlaksanaan penyelenggaraan pendidikan yang ditambah dengan isi kurikulum bertaraf internasional. Indikator keberhasilan sekolah bertaraf intemasional dalam menjamin mutu intenasional tersebut antara lain ditunjukkan oleh SMK 7 dimana pencapaian indikator kinerja kunci tambahan telah mampu diaplikasikan melalui (1) sistem administrasi akademik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di mana setiap saat siswa bisa mengakses transkripnya masing-masing; (2) muatan mata pelajaran setara atau lebih tinggi dari muatan pelajaran yang sama pada sekolah unggul dari salah satu negara anggota OECD dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan; dan (3) menerapkan standar kelulusan sekolah yang lebih tinggi dari Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan secara nasional.
Dalam pengelolaannya SMKN 7 Bandung memilki karekteristik yang berbeda dari SMK lain. diantaranya dari komponen pendidikan SMKN 7 Bandung memiliki daya saing yaitu :
1. Output/Outcome yaitu bahwa lulusan SMKN 7 Bandung dari 3 program keahlian rata-rata yang meneruskan ke perguruan tinggi 15 %, sedangkan yang diterima diperusahaan hampir 80 % baik di dalam maupun diluar negri dan yang tidak bekerja dan tidak melanjutkan sekitar 5%, juga pernah juara dalam leadership young generation of the year tahun 2007 versi Unicef.
2. Proses pembelajaran di SMKN 7 Bandung yaitu mengakomodasi siswa untuk memperoleh keterampilan dengan menerjunkan langsung kedunia usaha (perusahaan-perusahaan) yang bermitra kerja selama 6 bulan.
3. Input SBI SMKN 7 Bandung yang esensial bercirikan Internasional telah terakriditas dengan nilai A dari Badan Akriditas Nasional, juga telah terakriditas dari salah satu anggota OECD yaitu dari Jerman.
Berdasarkan uraian di atas mutu pendidikan SMKN 7 layak dikatakan sebagai sekolah SMM-ISO 9001-2000 karena semua indikator yang mengarah kepada sistem manajemen mutu dapat terpenuhi sehingga SBI tidak lagi menjadi sebagai wacana.
B. Tujuan Observasi
Kebijakan Depdiknas Tahun 2007 tentang pedoman penjaminan mutu sekolah bertarap Internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sekolah yang sudah memenuhi standar Nasional pendidikan dan diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu negara anggota OECD yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang bidang pendidikan, sehingga memiliki daya saing ditingkat Internasional ditambah dengan pengelolan dengan standar SMM-ISO, maka SMKN 7 Bandung sebagai salah satu sekolah yang telah menggunakan Sistem Manajemen Mutu (SMM-ISO 9001-2000) laik untuk diobservasi dengan tujuan.
1. Mengumpulakan data tentang penggunaan manajemen SMM ISO 9001: 2000 Sebagai bahan perbandingan untuk sekolah yang masih standar Nasional
2. Untuk mengkaji kembali temuan-temuan dari data yang diperoleh untuk dijadikan bahan perbaikan manajeman yang sedang dijalankan.











BAB II
PROFIL SMKN 7 BANDUNG
1. Visi dan Misi SMKN 7 Bandung
Dalam menjalankan kebijakan pendidikan SMKN 7 Bandung memiliki Visi dan Misi yaitu :
1. Visi
Menjadikan SMK yang unggul dalam prestasi dan menghasilkan tamatan yang shaleh, cerdas, tranpil, disiplin dan mendiri serta mampu bersaing pada tingkat Nasional dan Internasional.
2. Misi
1. Menumbuhkan semangat keunggulan dan kompetitif pada seluruh warga sekolah
2. menumbuhkan semangat pengamalan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya bangsa sebagai sumber kearifan dalam bertindak.
3. melaksanakan negiatan belajar mengajar secara optimal yang berorientasi kepada pencapaian kompetensi standar Nasional dan Internasional
4. mengefektifkan hubungan antar lembaga terutama dengan DU/DI yang telah memiliki reputasi Nasional dan Internasional
5. Menerapkan manajemen pengelolaan yang mengacu kepada standar ISO 9001 tahun 2000 dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan stakeholders
6. membangun kebersamaan dan menciptakan seasana kondusif dilingkungan sakolah.
2. Tujuan Sekolah
1. Menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2000
2. Meningkatkan keterserapan tamatan minimal 90 % setiap tahunnya. Paling lama siswa terserap selama 10 bulan sejak siswa dinyatakan lulus.
3. Meningkatkan prestasi rata-rata ujian Nasional (Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris) dan UN sekolah minimal sebesar 1,00 setiap tahun dihitung mulai tahun 2007/2008
4. Menambah rombongan belajar menjadi 30 kelas pada tahun 2008/2009 atau menambah jumlah siswa menjadi di atas 1000 siswa pada tahun 2008.
5. Membangun sarana dan prasarana pendukung utama dan pendukung lainnyauntuk kegiatan belajar mengajar sesuai kebutuhan
6. Menyiapkan tenaga profesional guru-guru normatif, adaftif dan produktif melalui sertifikasi profesi, OJT, diklat, seminar dan lain-lain.
3. Kebijakan Mutu
SMKN 7 Bandung sebagai pengembang kimia bertarap Internasional di bidang kimia Industri , teknologi tekstil, dan analisis kimia berupaya dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi kepuasan pelanggan melalui langkah-langkah pengembangan, penerapan, dan perbaikan berkelanjutan sesuai standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000.
Budaya yang dikembangkan di SMKN 7 Bandung, dibangun melalui semangat pengamalan nilai-nilai Agama dan budaya bangsa sebagai sumber kearifan dalam bertindak, tekad untuk menjadi yang terbaik unggul dalam mencapai prestasi, jeli dalam melihat permasalahan, utama dalam kebersamaan, handal dalam bertinda

4. Peserta Didik (diklat)
Tahun 2008/2009

no
Program keahlian Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah

Kelas
siswa
kelas
siswa
kelas
siswa
kelas siswa
1 Kimia
industri 5 180 5 180 4 107 14 467
2 Teknologi
Penyempunaan
tekstil
3
108
3
108
2
72
8
288
3 Analisis kimia 7 252 7 252 4 107 18 701
Jumlah 15 542 15 542 10 286 40 1440
Tahun 2009/2010

no
Program keahlian Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah

Kelas
siswa
kelas
siswa
kelas
siswa
kelas siswa
1 Kimia
industri 3 108 3 108 3 108 9 324
2 Teknologi
Penyempunaan
tekstil 7 252 7 252 7 252 21 756
3 Analisis kimia 5 180 5 180 5 180 15 540
Jumlah 15 542 15 542 15 542 45 1620

DASAR AUDIT INTERNAL
5. Tinjauan Manajemen
Umum
Kepala SMKN 7 Bandung memimpin rapat tinjauan manajemen, yang diadakan minimal satu kali dalam enam bulan, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, dan keefektifannya terus berlanjut. Peninjauan tersebut harus mencakup penilaian peluang perbaikan dan kebutuhan akan perubahan Sistem Manajemen Mutu, termasuk kebijakan mutu dan sasaran mutu.
Masukan untuk tinjauan manajemen
Bahan – bahan untuk tinjauan manajemen, meliputi :
 hasil audit,
 umpan balik pelanggan,
 kinerja proses dan kesesuaian diklat,
 status tindakan preventif dan korektif,
 tindak lanjut tinjauan manajemen yang lalu
 perubahan yang dapat mempengaruhi Sistem Manajemen Mutu, dan
 saran-saran untuk perbaikan
Keluaran dari tinjauan manajemen. Hasil dari tinjauan manajemen akan mengeluarkan suatu keputusan / tindakan berupa :
1. Perbaikan pada keefektifan Sistem Manajemen Mutu dan proses - prosesnya
2. Perbaikan pada produk berkaitan dengan persyaratan pelanggan
3. Pengadaan dan peningkatan sumber daya yang diperlukan
8Audit internal
1. Untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu SMKN 7 Bandung telah memenuhi pengaturan yang direncanakan pada perencanaan realisasi diklat dan pada persyaratan Sistem Manajemen Mutu yang telah ditetapkan, serta memastikan Sistem Manajemen Mutu diterapkan dan ipelihara secara efektif pada setiap unit kerja, SMKN 7 Bandung melakukan audit internal minimal satu kali dalam enam bulan.
2. Untuk memastikan terkendalinya proses pelaksanaan audit, harus ditetapkan kriteria, lingkup, frekuensi dan metode audit.
3. Untuk memastikan keobjektifan dan ketidakberpihakan proses audit, maka pemilihan auditor harus dilakukan secara seksama dan tidak diperbolehkan seorang auditor mengaudit unit kerja atau pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
4. Pimpinan unit kerja yang diaudit harus memastikan bahwa tindakan untuk menghilangkan ketidaksesuaian dan penyebab ketidaksesuaian yang ditemukan dilakukan sesegera mungkin tanpa ditunda.
5. Wakil Manajemen Mutu (WMM) bertanggung jawab atas pelaksanaan pogram audit internal.Penjelasan lebih rinci tentang pelaksanaan audit internal diatur lebih lanjut dalam POS










Bab III
PEMAHAMAN DAN MANAJEMEN DI SMKN 7 BANDUNG
SMM ISO 9001:2000
( ISO AWARENESS )
Sekilas tentang ISO
ISO dari bahasa latin yang berarti “sama”, seperti istilah di kimia, Isobar,Isotop dsb, ISO adalah organisasi internasional untuk standarisasi ( the International Organization for Standardization ) yang berdiri pada 1947 di Jenewa swis
Adalah suatu kekeliruan bila ada anggapan bahwa suatu organisasi yang telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2000 berarti produknya telah memenuhi standar internasional, sebab standar produk tidak sama dengan standar sistem manajemen mutu.
Namun suatu produk yang diproses dengan sistem manajemen mutu diyakini akan menghasilkan produk yang bermutu

1. BIDANG KURIKULUM
 Pemantauan Efektivitas Proses Diklat
 Sumber Belajar
 Pengembangan SDM
 Pelaksanaan UK
 Pelaksanaan UN
 Uji Kompetensi Akhir Level
 Penggantian Kehadiran Tatap Muka
A. Manajemen kurikulum SMKN 7 Bandung
Program kurikulum yang dikembangkan di SMKN 7 Bandung dibagi tiga bagian yaitu :
1. Program Normatif
1.1. Pendidikan Agama
1.2. PPKn dan sejarah
1.3. Bahsa dan sastra Indonesia
1.4. Pendidikan jasmani dan kesehatan
2. Program Adaftif
1.1. Matematika
1.2. Bahasa Inggris
1.3. Fisika
1.4. Biologi
1.5. KPPI
1.6. Kewirausahaan
3. Program Produtif yaitu dikembangkan disesuaikan dengan program keahlian masing-masing.
B. Kompetensi Lulusan
a. Kimia Industri
-Pengelolaan/pemeliharaan/operator alat-alat, instrument Industri
kimia
-Pengalolaan/Operator laboratorium Kimia
-Pengelolaan/Operator Industri yang memekai proses mikrobiologi
-Pengelolaan Instalasi Pengelolaan Limbah industri
-Berwiraswasta dengan cara home industri kimia dan bidang usaha
lainya yang berkaitan dengan kimia
b. Teknologi tekstil
-Pengelolaan laboratorium kimia tektil, pengujian tekstil, colour
matching (perpaduan warna)
-Operator mesin dyeing, printing dan finishing
-Desain corak (motif) Printing
-Kalkulasi dan evaluasi
-Pengelolaan Instalasi pengelolaan limbah
-Berwiraswasta bagi yang mempunyai bakat seni rupa dipadukan
dengan keterampilan computer dan teknologi penyempurnaan
tekstil dan dapat berwiraswasta dibidang desain grafis,desain corak
c. Analisis Kimia 3 Tahun
Program keahlian Analisis Kimia adalah pelaksanaan Quality control (QC) dengan ruang lingkup:
-Analisis kimia organic
-Analisis kimia anorganik
-Analisis kimia mikrobiologi
d. Program Keahlian Farmasi
- Membantu membaca, meracik dan menyiapkan sediaan obat sesuai resep dokter.
- Mampu membuat sediaan obat baik dalam bentuk padat, setegah padat dan cair dalam skala kecil
- Menjelaskan prinsip-prinsip produksi obat skala industri
- Menjelaskan penggunaan khasiat dan efek samping obat
- Mengetahui dan memerapkan prinsip-prinsip pokok manajemen, administrasi dan akuntasi dalam bidang farmasi
- Mengetahui, membantu, mengelola dan mengelompokan sediaan farmasi dan pembekalan kesehatan.
- Memahami dasar-dasar farmakologi
- Mengetahui fungsi sistem dan cara-cara distribusi sediaan farmasi dan pembekalan kesehatan
- Menjelaskan asal, sistematika, cara pembuatan, dan manfaat simplisia, fitofarmaka dan obat tradisional
- Mengidentifikasi alat kesehatan
- Mengetahui perundang-undangan yang mengatur pekerja kefarmasiandan pengelolaan pembekalan kesehatan
- Memahami ilmu kesehatan masyarakat yang menunjang program kesehatan pemerintah dan upaya kesehatan masyarakat lainnya
- Menjelaskan dasar-dasar kimia dan prinsip-prinsip leboratorium yang menunjang pekerjaan kefarmasian.
C. Pengembangan unit Produksi dan jasa
Unit produksi yang dikembangkan SMKN 7 Bandung meliputi tiga program keahlian :
1. Program keahlian Teknologi Tekstil: terdiri dari Seblon untuk skala industri kecil pada bahan tekstil, kemasan pada bahan plastic.
2. Program keahlian kimia industri
a. diklat wira usaha untuk produk industri kimia skala kecil/ home industri.
b. Produk home Industri – Pembersih kramik ramah lingkungan
- Pembuatan minuman bersoda.
3. Program keahlian Analisis Kimia bidang yang dikembangkan adalah:
a. Analisis air secara kimia,fisika dan mokrobiologi.
b. Analisis logam dan batuan secara kimia
c..Analisis makanan dan minuman secara kimia dan mikrobiologi
d. Pembuatan pereaksi kimia dan mikrobiologi yang representative bagi sekolah menengah kejuruan / SMK dan perguruan tinggi.
Dimensi mutu lulusan
1. Dimensi Mutu lulusan yang dikembangkan di SMKN 7 Bandung
a. Kinerja produk ( performance )
b. Ciri khas produk ( Feature )
c. Keandalan ( Realibilty )
d. Kesesuaian ( Conformance )
e. Ketahanan ( Durability )
f. Daya Guna ( Sevice ability )
g. Estetika ( Esthetic )
h. Kualitas yang dirasakan ( Perceived )
2. Dimensi mutu pelayanan adalah :
a. Tangible adalah dimensi yang bersifat nyata yang dapat diamati secara langsung oleh pelanggan, seperti penampilan fisik lembaga,kebersihan , fasilitas. Fasilitas serta lingkungan yang berada disekitar SMKN 7 Bandung memiliki predikat baik terbukti dengan meraih juara 2 untuk tingkat Jawa Barat.
b. Empathy adalah kemampuan karyawan memposisikan diri sebagai pelanggan.
c. Responsiveness adalah kemauan yang ikhlas untuk membantu pelanggan dengan pelayanan yang cepat dan tanggap
d. Realibility adalah kemampuan memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara bertanggung jawab dan akurat
e. Assurance adalah memberikan keyakinan terhadap pelanggan/ jaminan kualitas organisasi
3. Rasional Sistem Manajemen Mutu
1. Pendekatan sistem manajemen mutu SMKN 7 mengajak organisasi sekolah untuk menganalisis , menetapkan proses dan menjaga proses tetap terkendali
2. Sistem manajemen mutu memberi keyakinan pada Sekolah dan stackeholder bahwa SMM mampu menberikan lulusan yang konsisten memenuhi persyaratan
4. Prinsip dasar ISO 9001-2000
f. Fokus kepada Pelanggan ( Customer focus )
g. Kepemimpinan ( Leaderships )
h. Keterlibatan orang-orang ( Involvement of people )
i. Pendekatan proses ( Process approach )
j. Pendekatan Sistem untuk Manajemen ( System approach to Management )
k. Peningkatan berkelanjutan ( Continual improvement )
l. Pendekatan secara nyata untuk membuat keputusan ( Factual approach to decision making )
m. Hubungan saling menguntungkan dengan supliyer ( Mutually beneficial supplier relationships
5. pendekatan SMM ISO
1. Menentukan kebutuhan dan harapan pesarta didik dan pihak berkepentingan lainnya
2. Menetapkan kebijakan mutu dan sasaran mutu organisasi
3. Menentukan proses dan tanggung jawab yang diperlukan untuk mencapai sasaran mutu
4. Menentukan dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran mutu
5. Menetapkan metode untuk mengukur efektifitas dan efisiensi tiap proses
6. Menerapkan pengukuran untuk menentukan efektifitas dan efisiensi tiap proses
7. Menentukan sarana pencegahan ketidaksesuaian dan menghilangkan penyebabnya
8. Menetapkan dan menerapkan proses perbaikan berlanjut dari sistem manajemen mutu
2. BIDANG KEPEGAWAIAN
A. Pegawai
Jumlah pegawai yang bekerja di SMKN 7 Bandung adalah 133 orang yang terdiri dari guru laki-laki 41 orang, guru perempuan sebangyak 53 orang dan tenaga honorer terdiri dari 15 laki-laki dan 24 perempuan dan dari jumlah guru tersebut diantaranya sudah mendapatkan S2 sebanyak 3 orang dan 4 orang telah lulus sertifikasi
B. Pembantu kepala sekolah

Nomor Jabatan
1 Kepala Sekolah
2 Wakil Manajemen Mutu
3 Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
4 Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubin - Humas
5 Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana
6 Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
7 Kepala Tata Usaha
8 Ketua Program Keahlian

C. Tugas dan tanggungjawab
No Klausul Jenis Rekaman Tempat Penyimpanan Pengendali Masa Simpan Ket
1.
5.6.1 Tinjauan Manajemen WMM
WMM

2.
6.2.2
Pendidikan, pelatihan dan pengalaman Bagian Kepegawaian
Kepala TU

3.
6.3
Buku Induk Prasarana
Bukti proses Bagian Sarana
Kepala TU

4.
7.1
Bukti proses realisasi dan lulusan memenuhi persyaratan Bagian kurikulum
Waka kurikulum

5.
7.2
Persyaratan lulusan, informasi lulusan, permohonan lulusan, daftar keluhan pelanggan Bagian kesiswaan
Kepala TU


6.
7.3 Perancangan dan pengembangan Bagian kurikulum Waka kurikulum
7.
7.4.3
Daftar bahan/barang yang dibeli Bagian sarana Kepala TU

8.
7.5.3
Supervisi kelas
Bagian kurikulum Waka kurikulum

3. KESISWAAN
4. Promosi Sekolah
5. BK
6. Beasiswa
7. MOS dan IHT
8. Outbond dan ESQ
9. Pengelolaan OSIS
10. Upacara Bendera
11. Pembinaan Imtaq
3.1 Jumlah siswa tahun 2009/2010

no
Program keahlian Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah

Kelas
siswa
kelas
siswa
kelas
siswa
kelas siswa
1 Kimia
industri 3 108 3 108 3 108 9 324
2 Teknologi
Penyempunaan
tekstil 7 252 7 252 7 252 21 756
3 Analisis kimia 5 180 5 180 5 180 15 540
Jumlah 15 542 15 542 15 542 45 1620
4.2 Untuk mengebangkan kreatifitas serta bakat dan minat siswa SMKN 7 Bandung membuka kegiatan Ekstrakulikuler yaitu :
1. Ikrima
2. Pramuka
3. PMR
4. KIR
5. Kimiapala
6. Gerana
7. Tae Kwon Do
8. Basket Ball
9. Volley Ball
10. Futsal
11. Paskibra
3.3. Prestasi akademik non akademik
1.Juara 1 peserta lomba bela Negara Tingkat Nasional th 2007
2.Leadership young generation of the year tahun 2007 versi unicef
3.Juara umum wira putri tingkat jawa barat
4. Best speakers lomba pidato bahasa inggris tahun 2009-07-26
4. Sarana Prasarana
 Pengadaan Ruangan
 Pemeliharaan Alat
 Pemeliharaan Gedung
 Pengelolaan Kebersihan untuk Petugas
 Pengelolaan Kebersihan untuk Warga
 UP dan Jasa
 Pemusnahan Fasilitas
No Nama ruangan Jumlah
1 Ruang Kepala sekolah 1
2 Ruang Kordinasi 1
3 Ruang piket 1
4 Ruang Tamu 1
5 Ruang Tata Usaha 1
6 Ruang Wakil Kepala sekolah 1
7 Ruang wakil manajer mutu 1
8 Ruang Kelas/Teori 16
9 Ruang Perpustakaan 1
10 Ruang ekstrakulikuler 1
11 Ruang BP/BK 1
12 Mesjid 1
13 Aula 1
14 Laboratorium kimia 6
15 Laboratorium Tekstil 2
16 Laboratorium computer 1
17 Laboratorium Bahasa 1
18 Kantin 1
19 Wc Siswa 12
20 Wc Guru 3

5. HUBUNGAN MASYARAKAT / INDUSTRI
Bursa Kerja Khusus (BKK)
Bursa kerja khusus (BKK) merupakan salah satu kunci kegiatan di SMKN 7 Bandung sekaligus merupakan indicator keberhasilan sekolah karena didalamnya terdapat tugas penting yaitu “memasarkan” lulusan.
Kerja BKK adalah memasarkan tamatan dengan cara mengirimkan surat atau via telepon dari fax ke perusahaan yang memerlukan tenaga kerja baik diwilayah bandung,jawa barat,nasional dan internasional.
E. Praktek kerja Industri
Siswa melaksanakan praktek ditempat yang telah ditentukan oleh sekolah wajib mentaati tata tertib yang dibuat sekolah atau tata tertib yang berlaku di Instansi pasangan tempat siswa selama melaksanakan praktek. Kegiatan siswa selama melaksanakan praktek kerja Industri adalah:
1. Memantapkan keterampilan sesuai denganjurusannya. Sebagai contoh siswa jurusan Kimia Industri mempelajari dan mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan uji coba sebelum produksi (kerja laboratorium), pelaksanaan produsi (Kerja lapangan dan Quality Control). Demikian juga siswa jurusan tehnik Penyempurnaan Tekstil pada industri tekstil dan perusahan yang terkait dengan Dye Stuff. Siswa jurusan Analisis mampelajari dan mengerjakan yang berhubungna dengan analisis bahan dan produk kimia (Kerja laboratorium).
2. Mempelajari Organisasi Perusahaan Tempat Praktek mencakup :
-Riwayat Perusahaan
-Struktur Organisasi
-Disiplin Kerja
-Pemeliharaan tempat kerja dan lingkungan hidup
3. Mempelajari dan melaksanakan
-Keselamatan Kerja
-Proses kerja (produksi)
-Pemeliharaan dan perawatan alat/mesin
-Gambar kerja
-Tata tertib penggunaan peralatan
F.. Program Pelatihan Kerja
Dalam rentang waktu 6 blan dijabarkan menjadi 24 minggu berarti DU/DI?Intstansi. Artinya bagi siswa kelas 2 mengisi minggu ke 1 sampai dengan minggu ke 12, sedangkan kelas 3 minggu ke 13 sampai dengan minggu ke 24, kecuali bagi praktek kerja industri dilakukan satu dunia usaha dan dunia industri maka seluruhnya diisi. Sebaliknya minggu ke 1 dan minggu ke 2 diprogramkan untuk orientasi perusahaan (Orientasi Produksi). Minggu ke 12 atau minggu ke 24 diprogramkan untuk menyelesaikan/[penyempurnaan/validasi laporan . Program diisi oleh siswa dibawah bimbingan pembimbing industri dan disahkan oleh pembimbing
SMM-ISO BAGI SEKOLAH
1. Manfaat SMM 1SO
1. Sertifikat ISO, secara otomatis organisasi terdaftar secara internasional dan diakui sebagai lembaga yang diakui telah menerapkan SMM( meningkatkan “image” organisasi )
2. Beban inspeksi ringan
3. Suasana menjadi menyenangkan
4. Menjadi sarana benchmarking antar unit kerja
2. Prilaku ISO
 Write what you do and do what you write.
 Getting right at the first and every time.Bertindak tepat dan benar pada saat awal pekerjaan dan setiap waktu
 Mengutamakan kepentingan peserta didik unuk mengembangkan potensi
 Efisien dalam penggunaan sumber daya
 Menghargai tugas, tanggung jawab dan wewenang orang lain
 Memiliki tanggung jawab ( sense of responsibility )
 Memiliki semangat untuk melayani ( sense of service )
 Memiliki kepekaan terhadap mutu ( sense of quality )
 Memiliki dorongan yang kuat untuk melakukan peningkatan ( sense of improvement )
 Memiliki semangat kerjasama ( team work )
 Memiliki disiplin diri ( self dicipline )
 Memiliki prakarsa ( self initiative )
 Memiliki apresiasi dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab
 Menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika
3. Setiap unsur pimpinan diharapkan berprilaku
a. Menyadari dengan baik bahwa jabatan adalah AMANAH
b. Memahami dengan baik tugas, tanggung jawab dan wewenang
c. Selalu berupaya meningkatkan kemampuan leadership dan manajerial
d. Leading by example ( keteladanan )
e. Menciptakan iklim kerja yang kondusif
f. Be an answer for every problem
g. Justice and wisdom
h. Proaktif dan berfikir positif menyikapi setiap perubahan

4. Dokumen SMM ISO 9001:2000 pada SMKN 7 Bnadung
 Kebijakan mutu
 Sasaran Mutu
 Prosedur
 Dokumen lain untuk merencanakan, mengoperasikan, dan mengendalikan proses
 Rekaman
1. Kebijakan Mutu
1.1. Kebijakan mutu lulusan SMKN 7 Bandung
 Sesuai dengan maksud/tujuan organisasi menciptakan lulusan yang berdaya saing baik ditingkat Nasional maupun Internasional
 Mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan dan selalu memperbaiki keefektifan SMM yaitu ditunjuknya WAKA-WAKA yang membantu kepala sekolah
 Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran mutu
 Dikomunikasikan dan difahami oleh pegawai
 Ditinjau agar selalu sesuai dengan kebutuhan
1.2.Sasaran Mutu
Menyatakan, bahwa sasaran mutu, termasuk yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan lulusan, ditetapkan pada fungsi/ tingkat relevan dalam organisasi
Berpangkal tolak dari sasaran mutu organisasi secara keseluruhan, kemudian tiap fungsi/ tingkat relevan dalam organisasi juga harus menyusun sasaran mutu mereka masing-masing
 Penulisan sasaran mutu sepenuhnya diserahkan kepada program keahlian masing-masing untuk menyusunnya
 Hendaknya diingat, bahwa tiap ketetapan sasaran mutu harus disertai dengan program cara pencapaiannya
 Dalam program itu harus pula ditentukan rekaman apa yang harus disiapkan untuk pembuktian program tersebut telah dilaksanakan
1.3 .Prosedur Pengendalian Dokumen
Mengharuskan adanya prosedur terdokumentasikan tentang tata cara pengendalian dokumen
 Dokumen harus disetujui sebelum ditertibkan ( dipakai ), artinya dokumen harus sudah dinyatakan sah untuk dipakai
 Dokumen harus ditinjau dan dimuthakirkan serta disetujui ulang.Ini berarti bahwa dokumen akan hidup sejalan dengan perkembangan. Tiap kali dimuthakirkan harus ada persetujuan ulang atau pengesahan ulang
Ada 6 prosedur yang diwajibkan oleh SMM ISO 9001:2000
1. Prosedur Pengendalian Dokumen
2. Prosedur Pengendalian Rekaman
3. Prosedur Audit Internal
4. Prosedur Pengendalian Produk Tidak sesuai
5. Prosedur Tindakan Korektif
6. Prosedur Tindakan Pencegahan
1.4 .Prosedur Pengendalian Dokumen
 Dokumen yang diubah harus jelas dimana letak perubahannya, dan apa perubahannya.
 Dokumen yang relevan harus selalu tersedia di tempat pemakaian
 Dokumen harus selalu mudah dibaca, dan mudah dikenali. Ini menyiratkan perlu tanda ( identifikasi ) yang jelas bagi tiap dokumen
 Dokumen dari luar mudah dikenali, dan didtribusinya dikendalikan
 Dokumen kadaluwarsa harus disingkirkan, tetapi kalau perlu disimpan sebagai arsip, harus jelas tandanya bahwa dokumen tersebut kadaluwarsa.
1.5 .Prosedur Pengendalian Rekaman
Seperti halnya pada pengendalian dokumen, untuk pengendalian rekaman diperlukan pula daftar induk rekaman.
Daftar induk rekaman berisi :
 Jenis rekaman
 Identifikasi rekaman
 Tempat penyimpanan rekaman
 Pengendalian rekaman
 Masa simpan rekaman
1.6.Prosedur Audit Internal
Klausul mengharuskan adanya prosedur terdokumentasikan
untuk pelaksanaan Audit Internal yang mencakup
 Adanya rencana audit untuk periode tertentu
 Penjadwalan audit berdasarkan pentingnya dan status kegiatan yang diaudit
 Kriteria audit yang dipakai untuk rujukan
 Lingkup audit yang dilaksanakan
 Frekuensi audit yang dipakai
 Metode audit yang dipakai
 Pemilihan auditor ( harus mandiri )
 Pelaporan hasil audit
 Tindakan koreksi menanggapi hasil audit
 Verifikasi hasil tindakan koreks
1.7 .Tindakan Korektif
Klausul 8.5.2. mengharuskan adanya prosedur untuk tindakan korektif, prosedur tersebut harus mencakup :
 Tinjauan ketidaksesuaian ( termasuk keluhan pelanggan )
 Penetapan penyebab ketidaksesuaian
 Penilaian kebutuhan tindakan agar ketidaksesuaian tersebut tidak terulang
 Penetapan dan penerapan tindakan yang dibutuhkan
 Merekam hasil tindakan yang dilakukan
 Peninjauan tindakan korektif yang dilakukan untuk menentukan keefektifannya
1.8 Tindakan Pencegahan
Klausul mengharuskan adanya prosedur untuk tindakan pencegahan, yang mencakup :

 Penetapan ketidaksesuaian potensial dan penyebabnya
 Penilaian kebutuhan akan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian
 Penetapan dan penerapan tindakan pencegahan
 Merekam hasil pencegahan yang dilakukan
 Peninjauan tindakan pencegahan yang dilakukan
1.9 Tanggung Jawab dan Wewenang
Pendokumentasian tanggung jawab juga dapat dalam berbagai format
 Uraian Jabatan
 Disebutkan dalam dokumen lain, misalnya Pedoman Mutu, Prosedur, Instruksi Kerja, dsb
1.10 Manfaat Uraian Jabatan
 Setiap fungsimengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing dan mengerti kepada siapa harus bertanggung jawab secara langsung
 Setiap fungsi mengetahui tugas dan tanggung jawab rekan kerjanya, dan tahu harus bekerja sama dengan siapa
 Dengan adanya dokumentasi pimpinan dapat meneliti adanya tumpang tindih maupun kekosongan tugas, sehingga dapat menghindarinya
 Memudahkan penilaian prestasi karyawan,sehingga memudahkan pembinaan karier, promosi dan pemberian insentif
 Meminimalsir konflik dalam organisasi akibat tidak jelasnya tugas dan tanggung jawab
1.11 Manfaat Matriks Kompetensi
 Memberi gambaran tentang kompetensi yang dimiliki karyawan dalam menangani pekerjaan yang diberikan kepadanya
 Memberi gambaran tentang peta kompetensi karyawan secara keseluruhan
 Sebagai bahan rujukan utama dalam penyusunan program pembinaan dan pengembangan karyawan
Peran Top Manajemen
• Menetapkan komitment dan mensosialisasikan ke warga
• Menunjuk Wakil Manajemen dan Steering Committee ( ada SK )
• Mengikuti program sesuai aktivitas yang ada
• Menetapkan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu
• Melakukan Tinjauan Manajemen
• Melakukan pengawasan pelaksanaan Program Penerapan ISO 9000
A. Uraian Fungsi Tugas dan Tanggung Jawab
 Management Representative
1. Implementasi dan tinjauan secara efektive terhadap sistem mutu yang didokumentasikan
2. Merencanakan dan memantau program audit mutu internal
3. Mengidentifikasi dan mengelola program-program untuk perbaikan sistem mutu
4. Menentukan apakah kebijakan dan aktifitas yang diajukan telah memenuhi persyaratan ISO 9000,apakah sesuai dengan produk yang ditawarkan, apakah diterapkan dengan benar, apakah ketidaksesuaian telah diperbaiki
5. Melaporkan kepada Top Manajemen kondisi dan status dari penerapan sistem manajemen mutu
6. Menyusun Pedoman Mutu dan Prosedur Mutu yang disahkan oleh Top Manajemen
B. Fungsi Tugas dan Tangungjawab
1. Mengontrol dokumen (penerbitan, perubahan,distribusi dan penomoran)
2. Memelihara dokumen (master dokumen list, catatan mutu, audit report,minutes meeting selama penerapan sistem mutu.
3. Mengkoordinasikan jadwal steering committee meeting.
4. Menformulasikan/ pelaksanaan pelatihan yang berkaitan dengan penerapan ISO 9000
5. Memonitor penerapan ISO 9000 dan melaporkannya ke MR
6. Sebagai penghubung antara Lembaga dengan Pihak luar
C. Steering Commitee
1. Memberi pengarahan kepada Task Force/Kelompok kerja dalam pengembangan sistem mutu yang dibutuhkan pada unit kerjanya.
2. Mengkoordinasikan sistem mutu yang akan dikembangkan antar lintas Departemen/unit kerja yang terkait.
3. Bersama dengan wakil manajemen mutu (MR) dan manajemen puncak mengembangkan Pedoman Mutu , Kebijakan Mutu dan Sasaran mutu Lembaga/Organisasi.
4. Pada tahap Implementasi, memberikan masukan dan mengobservasi secara langsung kondisi dan efektifitas sistem manajemen mutu yang dibangun.
5. Bertugas selama Program Penerapan ISO 9000 berlangsung(sampai memperoleh Sertifikat ISO
6. Pada tahap pengembangan secara berkelanjutkan menetapkan penghargaan dan sanksi terhadap Depertemen/personel yang memelihara dan melaksanakan Sistem Manajemen Mutu
D. ISO Fungsi , Peran dan tanggung jawab
1. Menyusun dan menerapakan satu atau lebih prosedur/instruksi kerja sesuai dengan penetapan pada waktu steering committee meeting.
2. Menyiapkan prosedur/instruksi kerja pada masing-masing unit kerja sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
3. Membantu MR dalam sosialisasi penerapan prosedur/instruksi kerja dilingkungan/areanya dan sebagai pengendali Dokumen SMM.
4. Bertugas selama program Penerapan 9000
E. Peran Personel Organisasi
 Melaksanakan dan memelihara SMM yang telah ditetapkan secara benar dan sesuai
 Memberikan masukan dan informasi atas terjadinya penyimpangan-penyimpangan pada pelaksanaan SMM yang diterapkan.
 Membantu pihak Manajemen Organisasi dalam peningkatan SMM untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
Mengidentifikasi tujuan yang akan dicapai dalam upaya penerapan sistem manajemen mutu di sekolah
 Menetapkan Bussiness Process SMK
 Evaluasi Struktur Organisasi
 Buat Uraian Jabatan dan matriks kompetensi
 Buat rencana mutu dan sesuaikan dengan klusul yang dituntut
 Penetapan Kebijakan Mutu dan Sasaran mutu
 Proses sosialiasi ke organisasi dan pelibatan seluruh personel.
 Penyusunan dokumen




BAB IV
KESIMPULAN
Seperti dijelaskan dalam kebijakan Depdiknas Tahun 2007 Tentang “Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah”, bahwa Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional merupakan “Sekolah/Madrasah yang sudah memenuhi seluruh Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu negara anggota Organization for Economic Co¬operation and Development dan / atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan, sehingga memiliki daya saing di forum internasional”.
Dengan konsepsi ini, SBI adalah sekolah yang sudah memenuhi dan melaksanakan standar nasional pendidikan yang meliputi: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Selanjutnya aspek-aspek SNP tersebut diperkaya, diperkuat, dikembangkan, diperdalam, diperluas melalui adaptasi atau adopsi standar pendidikan dari salah satu anggota OECD dan / atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan serta diyakini telah memiliki reputasi mutu yang diakui secara internasional, serta lulusannya memiliki kemampuan daya saing internasional. Dengan demikian diharapkan SBI harus mampu memberikan jaminan bahwa baik dalam penyelenggaraan maupun hasil-hasil pendidikannya lebih tinggi standaraya daripada SNP. Penjaminan ini dapat ditunjukkan kepada masyarakat nasional maupun internasional melalui berbagai strategi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sesuai dengan konsepsi SBI di atas, maka dalam upaya mempermudah sekolah dalam memahami dan menjabarkan secara operasional dalam penyelenggraan pendidikan yang mampu menjamin mutunya bertaraf internasional, maka SMKN 7 Bandung dapat melaksanaan dan memenuhi delapan unsur SNP sebagai indikator kinerja kunci minimal dan ditambah (dalam pengertian ditambah atau diperkaya/ dikembangkan/diperluas/diperdalam) muatan yang dikembangkan di SMKN & Bandung yang isinya merupakan penambahan atau pengayaan/pemdalaman/penguatan/perluasan dari delapan unsur pendidikan tersebut serta sistem lain sebagai indikator kinerja kunci tambahan yang berstandar internasional dari salah satu anggota OECD
Sehingga SMKN 7 Bandung sebagai salah satu sekolah yang bertarap internasional yang menerapkan SMM-ISO 9001 :2000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar